Friday, July 22, 2011

"A Day in Life of Modern Mama"

lagi-lagi mommy ikut meramaikan kontes yang diadakn TUM di bulan April lalu *maap baru bisa update ke blog sekarang hehe* mengenai "A Day in Life of Modern Mama", dan ini cerita yang mommy submit :


my Daily Routine


Sebagai seorang "stay-at-home-mommy" tanpa ART, saya harus pintar-pintar membagi waktu antara pekerjaan rumah dan mengurus Ben, jagoan kecil saya yang saat ini sedang memasuki fasa "terrible-two". Belum lagi dengan kondisi suami yang lebih sering menghabiskan waktu diluarkota ketimbang di rumah, membuat saya harus berperan ganda menjadi figur ayah,teman bermain yang asyik, dan ibu yang mengasuh sekaligus mendidik. Memang tidak mudah pada awalnya, apalagi sebelumnya saat masih bekerja saya terbiasa mematok target dalam hidup dan selalu perfeksionis.Ternyata, saat "menghadapi" putra saya, semua target yang telah saya buat tidak bisa terlaksana.
Kegiatan harian kami dimulai dengan sarapan bersama-sama. Setelah berpaling ke metoda BLW , di usia Ben yg ke 18bln, saya bebas stres dan tidak pernah men-skip jadwal makan saya lagi *karena tak lagi harus mengejar2 Ben untuk memberinya makan*



Kata siapa anak laki-laki tidak boleh mengerjakan pekerjaan rumah? Saya selalu mengajak Ben turut ambil bagian saat kegiatan bersih-bersih. Pada awalnya saya BT karena harus rebutan sapu dan membuat saya bekerja 2x (terlalu perfeksionis komentar suami saya), tapi setelah saya pikir2, lebih baik saya biarkan dia bermain dengan sapu sambil saya arahkan, so far lumayan bersih sih jadi saya hanya tinggal mengepel saja. Lumayan kan, sambil mengajarkan anak mandiri, rumah jadi bersih dan anak sehat karena banyak bergerak, dan sayapun bebas stres bisa mengerjakan pekerjaan rumah lainnya.



Kegiatan memasak saya lakukan saat Ben tidur, walaupun tak jarang saya harus "menyambi" kalau boss kecil sedang rewel. Tetapi sebisa mungkin saya tidak menghidupkan kompor saat mengajak Ben ke dapur, hanya saat mempersiapkan bahan-bahan maupun mengulek bumbu.



Sore hari saatnya sosialisasi, saya selalu mengajak Ben ke taman dekat rumah yang hanya berjarak 10meter untuk bertemu dan bermain dengan teman-teman sebayanya, karena saya memiliki kekhawatiran kalau Ben mengalami "separation anxiety", rasa takut berpisah, dan rasa memiliki yang terlalu besar sehingga tidak mau berbagi. Puji Tuhan sejauh ini sosialisasi Ben terlihat sangat baik, dia tidak takut bertemu dengan orang asing dan senang berbaur. jika cuaca tidak memungkinkan, biasanya kami hanya menghabiskan waktu di rumah dengan membaca, saya membaca majalah dan Ben membaca buku favoritnya.



Hari telah malam, kami selalu menutup hari mengucap syukur dengan berdoa bersama *saya baru berhasil mengajarkan Ben membentuk tanda salib sebagai tanda berdoa* . Akhirnya Ben pulas tertidur dalam pelukan setelah sesi nen, dan sekarang saatnya bagi saya untuk ber"me-time", browsing maupun update blog melalui handphone.



And that's all my daily routine dan ternyata ketakutan saya sebelum resign, bahwa saya akan bosan dan tidak ada kegiataan saat di rumah, tidaklah terbukti. Menjadi ibu apapun titel nya, WM maupun SaHM, harus selalu dibawa hepi saat menjalani keseharian supaya dijauhkan dari rasa bosan. Dan tentunya untuk saya sendiri, harus rela menurunkan standar perfeksionis saya saat memiliki balita di rumah

Urban Papa

bulan Juni kemarin, TUM mengadakan kontes Urban Papa. mommy iseng-iseng ikutan, gak menang sih tapi senang aja bisa ikut meramaikan plus "pamer" papanya Ben hehe. ini dia cerita yang mommy submit:

Judulnya: my Daddy is my Best friend



Suami saya bekerja di bidang service oil company yang menuntut ia lebih banyak di lokasi (site), dengan jadwal yang tidak pasti. Kadang setelah menghabiskan waktu 2bulan di lokasi antah berantah (kadang di darat maupun di laut) tanpa sinyal, kami hanya bisa berkumpul 1minggu sebelum ia harus berangkat lagi. Sadar akan kurangnya waktu bersama putranya, suami selalu mencari cara untuk bisa menarik hati dan perhatian Ben saat ia di rumah, salah satunya dengan menempatkan diri sebagai teman bermain.
Jika saya seorang ibu yang memiliki rasa kekhawatiran sangat tinggi, sehingga saya menjadi sedikit (atau mungkin banyak kalau menurut suami) over-protektif terhadap putra pertama kami, Ben, suami saya justru beranggapan bahwa Ben adalah sebagai seorang anak yang bukan lagi bayi dan harus (mulai) mandiri. Jika saya jelas2 menentang metode BLW, dengan alasan takut tersedak, suami justru sangat mendukung metode itu dengan alasan “supaya anak cepat mandiri, kamu jadi bisa fokus dengan pekerjaan rumah dan gak lagi men-skip jadwal makan kamu”. Saat saya masih takut-takut melepas pegangan di kala Ben belajar jalan, “kapan anak bisa jalan kalau ibunya dikit2 takut”, atau seperti baru-baru ini saat suami sudah mulai mengajarkan anak naik ekskalator sendiri, saya selalu protes karena timbul perasaan ngeri mengingat tingginya kasus kecelakaan, tapi lagi-lagi suami punya jawaban “semakin cepat ia diajarkan, semakin ia akan bisa. Selama kita hati-hati saat menjaganya pasti tidak akan terjadi apa2”. Begitu pula saat Ben mulai berbicara , suami selalu telaten meladeni pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan, terkadang saya berfikir terlalu berat bagi Ben untuk mengerti mengenai hal itu, tapi (lagi-lagi) suami menjawab “perihal dia paham atau tidak saat ini bukan masalah, yang penting kita sudah memberi jawaban yang sebenarnya dan jangan pernah ragu berkata tidak tahu kalau memang kita tidak punya jawaban”, seperti foto yang sempat saya ambil melalui handphone disaat kami menunggu pesawat yang delay, suami sedang asyik membaca koran mengenai berita disentri, Ben pun datang dan ikut minta dijelaskan. Saat beraktivitas pun mereka cenderung memilih bermain outdoor layaknya laki-laki, seperti berlari di lapangan mengejar layangan atau bermain lempar bola di dalam kolam pompa ataupun akrobat koprol di atas tempat tidur, pastinya bukan jenis permainan saat berdua dengan saya.
Jadi tidak heran saat suami mulai kembali bertugas, Ben akan terlihat murung karena kehilangan teman bermain yang asyik. hebatnya lagi, Ben masih segan kalau papa sudah mulai marah saat ia berulah. jadi kata siapa ayah tidak bisa menjadi seorang teman? semoga hubungan ini bisa selalu terjalin sampai Ben dewasa, seperti yang suami saya selalu ucap dari masa pacaran "aku pgn mjd teman bagi anak2ku"
we love u papa :*

Monday, July 18, 2011

kisah supir taksi

siang tadi mommy mengajak Ben ke PI buat main di Minniapolis. berangkat dr rmh nini *buat jemput si bibi alias tante tatte* dengan naik taxi BB (alias si burung biru) tapi lupa nmr pintunya, cuman inget kalo pool ny di Raden Inten.

setelah sapaan basa/i macam selamat siang, mau kemana, dsb, si sopir pun bertanya ke mommy, itu putranya Bu? baru 1 ya? dan mommy pun jwb sekedarnya, iya baru satu pak. kemudian mengalirlah dari mulut supir itu soal anaknya. setelah menanti 10tahun, usia si sopir gak muda lagi 47thn sedangkan istrinya 38tahun, mereka dikaruniai Putra yang sayangnya harus lahir belum cukup umur baru 7bulan kurang 1minggu, dengan berat 1,8kg. untuk biaya persalinan pihak burung biru memberi bantuan setengah dari biaya persalinan dan sisanya ditanggung oleh ibu-ibu pengajian di sekitar rumahnya. tapi berhubung putranya lahir prematur,harus di-inkubator selama seminggu. saat diijinkan pulang dikenakan biaya 2juta, si sopir hanya punya tabungan 1,6juta tapi pihak RS tidak mengijinkan si anak dibawa pulang walaupun hanya kurang 400rb. akhirnya RS memberi kompensasi, si anak boleh dibiarkan di RS tanpa dikenakan biaya sepeserpun sampai uang 400ribu itu terkumpul. teman-teman sesama sopir BB urunan hingga mencapai 200rb lagi dan si bapak sekarang lagi berjuang untuk mendapatkan sisa 200rb lagi. si istri demi menyusui anaknya harus rela tidur di musholla krn RS terletak di bilangan jakarta timur sedangkan rumahnya di pondok gede.

dodolnya mommy, gak pernah bawa cash banyak2 *ini penyakit bgt kalo dceritain bisa 1 postingan sendiri*, akhirnya saat membayar taksi, mommy melebihkan semua cash yang mommy punya untuk membantu si bapak. mommy disini bukan cerita soal sumbangan atau pamer sedekah yang mommy lakukan ya, mommy cmn merasa miris banget, mungkin bagi sebagian orang 200ribu itu bukan apa2 *bisa jadi cuman biaya makan siang + transportasi 1hari* tapi bagi si bapak, itu segalanya. si bapak juga cerita kalau dia terlahir sbg anak tunggal dan sudah yatim-piatu sejak kecil, berpuluh-puluh tahun ia menantikan lebaran yang sesungguhnya, berkumpul dengan istri dan anaknya. salut bgt krn si bapak tegar dan gak sedikit pun mengemis ke mommy, dia hanya sekedar cerita, itu yang bkin mommy tersentuh.

ya Tuhan, ternyata masih banyak orang gak mampu di luar sana. jadi kalau sekarang mau mengeluh soal hidup, gak bisa beli gadget idaman atau gak bisa makan di tempat mewah, kayanya terlalu egois ya. semoga bapak itu *yang mommy lupa juga namanya* bs cepat berkumpul dengan istri dan anaknya..

Sunday, July 17, 2011

dear Papa

hari ini ulang tahun Papa yang ke-26 *masih muda banget ya, ketauan d kalo kebelet nikah alias nikah muda, hehe* tapi sayangnya dari tgl 14 si Papa udah berangkat ke lokasi :(

biarpun gak bisa ngerayain sama-sama, gak ada acara syukuran, tapi mommy selalu berdoa supaya papa sehat selalu, tetap menjadi papa dan suami yang hebat, dan selalu dalam lindungan Tuhan.

semenjak mommy resign, otomatis beban biaya hidup *dan biaya hura-hura termasuk shopping mommy* jadi tanggungan papa, walaupun Papa blg itu emang udah kewajibannya sbg suami dan gak pernah complaint sedikit pun malah ngejalanin nya dgn senang hati krn concern sama pendidikan Ben* tapi mommy suka gak tega liat Papa harus menghabiskan waktu berminggu2 *bahkan kdg berbulan2* di lokasi antah berantah, jauh dari keluarga, kehilangan hampir smua milestone nya Ben dan kerja rodi kaya Kuli *literally*. begitu sampai rumah, yang kadang cuman 1minggu, Papa selalu semangat ngajak mommy&Ben jalan-jalan, berusaha nyenengn kami, urusan Ben dan rumah *tmasuk masak* Papa yg ambil alih supaya mommy bisa istirahat atau sekedar "me-time", walaupun mommy tau yg sbnr nya Papa butuhn adl istirahat total krn selama di site papa cape bdan, cape pikiran bahkan tdk tidur. gak heran kalau Ben sangat dekat dengan papanya walaupun Papa lbh srg menghabiskan waktu di luar.

Papa yg selalu kasih semangat saat mommy down menghadapi omongan2 usil di sekitar soal tumbuh kembang Ben, saat masa2 sulit mulai menyusui hingga skrg sudah tiba saat menyapih, saat Ben susah makan, Papa selalu ada untuk membesarkan hati mommy.

how can i not love you honey? thanks for being the best husband & papa in (our) world


xoxo,
mommy & Ben

Saturday, July 16, 2011

selamat jalan Eyang Buyut (15 Juli 2011)

Kemarin pagi mommy dtelpon papa yang lg di site *untg dpt sinyal*, "Ma, eyang buyut meninggal",. Eyang buyut ini mama dari eyang uti (mamanya papa), tinggal di sebuah panti jompo di bogor. Kenapa di panti jompo bukan sama keluarga? Kalo itu mommy jg krg tau ya, yg pasti itu keputusan kel besar. Kalo dgr cerita dari eyang uti, eyang buyut yg menutup usia pd 92tahun ini udah pikun parah. Yg pasti km syok&sedih, krn papa&mommy sampai saat ini belum mengenalkan Ben ke beliau *jgn kan Ben, mommy aja belum pnh ktmu, smpet terlontar niatan menjenguk tetapi selalu batal. Dan eyang uti saat ini di Kariu, tdk bisa ke Jkt krn cuaca sangat buruk, kapal tidak bisa menyebrang ke Ambon :( selamat jalan eyang buyut, semoga engkau mendapat tempat terindah di-Sana, Amin

Monday, July 4, 2011

lahir hari apa?

*diambil dari majalah "mother&baby edisi Juni 2011"

Konon katanya hari lahir mempengaruhi sifat seseorang, ayo coba diintip, bole percaya bole gak ya..

Senin : dlm bhs inggris dsebut Monday yg berasal dr kata Moon alias bulan. biasanya yg lahir hari senin sangat sensitif, tp bisa saja berubah saat ia dewasa. Selain itu disebut juga "fair baby" krn memiliki wajah rupawan&bercahaya » wuiiih pas, Ben bgt *mommy narsis* :p tp emg Ben berperasaan halus alias sensitif,mdh2n gak kebawa smpe gede ya,mls amet cowo sensian :D

Selasa : Tuesday alias Tiw's Day.. Tiw adl nama Anglo-saxon utk dewa Mars (dewa perang Romawi Kuno). Biasanya yg lahir hari selasa kuat&kharismatik. Sesuai dgn dewa yg menaunginya, saat dewasa ia akan memiliki sifat ksatria. Penampilannya pun akan penuh daya pikat.

Rabu : Woden's day, Woden adl nama Anglo-saxon utk dewa merkurius (dewa perdagangan Romawi Kuno). Jadi tidak heran org yg lahir hari rabu akan memiliki kecakapan komunikasi dan jiwa penuh kasih & dermawan » cieee Papa... Penuh kasih tp lempeng dot com :p *nyindir

Kamis : berasal dari kata Thor, dewa Jupiter atau dewa Petir (raja para dewa Romawi Kuno). Biasanya memiliki sifat mudah bergaul dan menyenangkan. Berimajinasi tinggi dan suka bekerja keras untuk mengembangkan kemampuan serta kreativitasnya

Jumat : Freyja's Day atau hari nya Freyja (dewi venus , dewi kecantikan). Orang yg lahir dihari jumat sgt menyukai benda2 yg terlihat menarik. Sesuai dewi yang menaungi, ia akan berparas menawan,suka menarik perhatian&memiliki ketrampilan berdiplomasi » *ehem #pencitraan, lgsg kibas poni d mommy :D

Sabtu : dewa yg menaungi adl Saturn alias dewa pertanian. Biasa nya orang yg lahir hari sabtu sll riang dan menyukai segala sesuatu yg terstruktur,rapih.. Memiliki sifat ulet dan tak mudah menyerah, walaupn gagal akan tetap tersenyum dan kembali berusaha

Minggu : hari matahari (Sun-day), sebagaimana matahari sbg pusat tata surya,maka ia akan memiliki sifat seorang pemimpin dan penuh percaya diri.